Sungguh, sebelumnya aku tidak pernah menyangka akan pencapaian dari khayalanku ini, memandang senja bersama seorang yang aku sayangi dan berbicara tentang cinta. Khayalan yang telah lama aku impikan ternyata hari ini menjadi kenyataan.
Walau dia bukan kekasihku tapi aku merasa dia adalah kekasihku, kami bukan sepasang kekasih tapi kami juga tidak memungkiri kalau kami seperti seorang kekasih.
Ya, bersamanya mimpi khayalanku terwujudkan.
Sungguh sesuatu yang membahagiakan. Sungguh indah.
Aku membayangkan senja yang indah, lalu aku membayangkan dekat bersama seseorang yang kita sayangi, dan aku membayangkan obrolan tentang cinta (perbincangan yang tidak akan pernah bisa mati).
Bersama senja aku menikmati keindahanmu, kekasihku.
Bersama senja aku menikmati kekagumanku kepadamu, kekasihku.
Bersama senja aku menikmati setiap perbincangan kita tentang cinta kita, kekasihku.
Bersama senja aku terbahagiakan olehmu, kekasihku.
* * *
Lebaran hari pertama, tapi kayak enggak lebaran, sepi. Aku pergi ke Ancol sama dia, setelah sebelumnya aku jemput dia di Terminal Bekasi, soalnya semalem dia disuruh nginep di rumah sodaranya di cibitung. Dari terminal bekasi naik bus jurusan Tg. Priok, yang aku pikir pasti lewat depan gerbang ancol. Tapi salah, ternyata karena lewat tol jadi enggak lewat depan gerbang ancol, ya udah ikut aja ampe Terminal Tg. Priok terus nyambung naik angkot 15A. Nyampe juga seeh.
Nyampe gerbang dia yang beli tiket, sedang aku cekikikan sendiri, ngeliat penjaga loket kayak lagi ada di kandang monyet, abis di kerangkeng gitu, ampe dua lapis lagi. Masuk langsung nyari masjid buat sholat ashar. Terus muter-muter nyari lokasi yang enak buat mandangin senja. Enggak sengaja ketemu teman SMA, sempet ngobrol sebentar doang terus jalan lagi.
Banyak yang aku dan dia obrolin, tentang aku, tentang dia, tentang perasaanku, tentang perasaannya, tentang kita!
Menjelang malam aku dan dia ke tempat yang menurutku sangat nyaman banget, jembatan yang agak menjorok ke tengah laut.
Ada perasaan yang sangat mendamaikan saat aku bersamanya di malam yang sangat menyejukkan ini. Satu hal yang pasti aku ketahui: karena aku sangat menyayanginya.
Tidak hanya senja, ternyata malam yang kelam juga membuat aku merasa sangat dimanjakan oleh alam, juga dimanjakan olehnya.
Hingga tak terasa, lagi-lagi sang waktu yang mengganggu aku dan dia. Dan mengharuskan kami pulang. Tapi tidak mengapa, karena dia masih akan bersamaku sampai beberapa hari.
Pulang dari ancol agak menyeramkan juga, sekitar jam 9 lebih. Nungguin angkot susah banget, malah jalanan sepi banget. Walau dapet, itu juga muter-muter dulu mobilnya, enggak lewat jalur yang kayak biasanya. Turun di St. Kota naek lagi angkot yang ke Senen terus nyambung lagi naik Mm. 47 turun di buaran, keujanan, tapi bahagia banget sambil gandengan tangan.
Kamis 03-11-2005