Jumat 23-12-2005
Jam tiga pagi dia menelponku dan berkata, "Bukain pintunya dong, sekarang."
aku yakin dia pasti terngiuh karena mendengar maivoice yang aku kirimkan ke dia.
memang semalam ada sedikit kejadian yang aku akui aku salah.
sengaja semalam aku tidak tutup sampai jam sebelas lewat, karena fikirku dia pasti akan datang. ternyata dugaanku meleset, dia langsung pulang. tapi jam setengah dua belas dia menelpon dan menanyakan perihal keadaanku, aku jawab dengan apa adanya, dan mengatakan tentang aku menungguinya tapi tidak dapat reaksi yang berarti. telepon terputus, dan aku menelpon dia balik. setelah itu aku blak-blakan tentang perasaanku yang sebenarnya (aku memang terlalu emosi, aku akui aku salah). tidak berlangsung lama, telepon dia matiin. lalu aku berusaha berkali-kali menghubungi kembali, tapi naas, berkali-kali pula aku terkena mailboxnya. aku panik, aku coba terus menghubunginya, mendengar mailboxnya sampai habis lalu berganti layanan mailvoice, disitu aku mengirimkan pesan untuknya berkali-kali, mulai dari maaf atas kerinduan ini, maaf atas rasa sayang ini, sampai maaf atas permintaan maaf ini, dan bla bla bla, hingga tak terasa mailvoicenya penuh. sampai disana aku mulai putus asa, aku lemas, aku membaringkan tubuhku mencoba untuk tidur, tapi tidak bisa. aku menjadi gelisah, aku was-was. setiap 10 menit sekali aku mencoba menghubunginya lagi, syukur-syukur nyambung, tapi tetap tidak berhasil. jam setengah tiga aku menyerah, dan memutuskan untuk besok pagi (maksudnya pagi ini juga) jam 5an aku mencoba menghubunginya. tapi di luar dugaan jam tiga kurang sepuluh dia menelpon, dan dia ingin kesini. aku terkejut, senang. lalu ku tunggu dia di depan warung, di dalam gang ku lihat dia dalam keremangan dan berjalan dengan ketenangan, dan menghampiri...
di tempatku dia hanya diam... diam... dan diam...
aku tidak tahu harus berbuat apa, dan dengan setengah bersujud di hadapannya aku mengutarakan pernyataan maafku untuknya, dia menyambut dengan pelukan. walau aku tidak begitu tahu dia datang ke tempatku dengan sebuah keterpaksaan atau apa, tapi yang pasti aku sangat senang sekali, bisa bertemu dengannya.
maafkan aku cherry karena satu kerinduan ini yang tidak bisa aku kendalikan membuatmu menjadi harus berurusan denganku, seorang yang sangat merindukan dan menyayangimu.
agak disayangkan, aku jadi merasa sedikit bersalah. karena dia tidak masuk kerja hari ini, dan berbohong pula. aku yakin dia sangat lelah, pulang malam terus aku ganggu, dan jam tiga dateng ketempatku, yang entah tidur atau tidak dan paginya harus pulang.
aku juga kena dampaknya, ya... mata jadi sepet banget. untung sebelum sholat jum'at sempet tidur sebentar (1/2 jam) jadi sholatnya gak terlalu berat, walau tubuh masih kayak orang melayang. udah gitu ada kejadian yang bikin tambah lemes aja. bayangin aja di masjid sendal jepit baruku ilang, gak tau ketuker atau gimana, udah akhirnya aku pakai yang ada aja. sama mereknya tapi kondisinya sangat memperihatinkan, usang.
semoga amal aku bertambah. amiin.
malamnya dia dateng lagi ketempatku, dengan style yang sama seperti dini hari tadi. walau enggak lama, cuma ampe jam sembilan. tapi.. seneng banget. ada hiburan lagi. makasih cherry untuk hari ini, aku sayang banget sama kamu.
-Bintang-